Sabtu, 31 Desember 2011

Hedonisme dikalangan Remaja

Menyimak Pergeseran Budaya dikalangan Remaja dan Prilaku Hedonisme dikalangan Remaja Kalau Anda berkenan untuk sejenak berhenti dari kesibukan membuat tugas kuliah atau diskusi tentang mata kuliah, baik kalau kita menjadi lebih kritis untuk mengamati kecenderungan perilaku kaum muda remaja dewasa ini yang tentunya menarik untuk dipikirkan bersama. Semakin pesatnya tren kapitalisme dan konglomerasi elite tertentu maka pertumbuhan kwantitatif tempat-tempat hiburan dan pusat-pusat perbelanjaan semakin berkembang bak jamur dimusim hujan. Fenomena tersebut secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi budaya dan pola hidup kaum muda remaja sekarang. Pergeseran budaya mulai menjangkiti kaum muda remaja tanpa kompromi dan eksodus besar-besaran tentang paradigma berpikir kaum muda remaja, dari budaya timur menuju budaya barat. Anda dapat melihat kaum muda remaja hedonis bersliweran dengan berbagai mode rambut dengan busana thank top atau junkies, dan alat-alat digital lainnya. Iklim masyarakat sekarang jauh berbeda dengan masyarakat tempo dulu. Namun, bila gejala ini kita telaah lebih lanjut bahwa kaum muda remaja telah jatuh kedalam euforia budaya pop. Selanjutnya kaum muda remaja yang seharusnya menjadi homo significans malahan jatuh kedalam pendangkalan nilai hidup. Tulisan ini hanya mengajak para pembaca untuk merenungi dampak globalisasi tanpa harus terjerat ke dalam arus pendangkalan hidup post-modernisasi dan bagaimana hal tersebut tidak menggerogoti nilai-nilai positif yang menjadi warisan budaya kita. Euforia Budaya Pop Remaja : Buah Globalisasi Manusia harus berubah. Itulah hal yang mendasar yang perlu dipikirkan secara bersama. Memang benar bahwasannya manusia dengan segala budaya dan akal budinya harus dikembangkan seoptimal mungkin, karena akan semakin mengkokohkan kedudukannya dimuka bumi sebagai God Creature yang sempurna dibandingkan dengan ciptaan lainnya. Kali ini, manusia beralih menuju rentang waktu yang kontradiksional dengan fase-fase sebelumnya, yaitu fase globalisasi. Di satu sisi manusia memang dituntut untuk berkembang menuju kearah yang lebih modern, baik aspek teknologi, hukum, sosial/kesejahteraan sosial, politik, demokrasi, dan semua sistem lainnya harus disempurnakan. Teknologi bidang informatika, kedokteran, bioteknologi, dan transportasi mengalami perkembangan yang begitu dahsyat mengatasi batas-batas ruang dan waktu. Namun, tidak boleh dilupakan bahwa hasil perkembangan manusia bersifat relatif dan ambivalen. Pengaruh negatif dari globalisasi adalah euforia budaya pop, perdagangan bebas, marginalisasi kaum lemah, dan timbulnya gap relation antaara si kaya dan si miskin. Hasil tersebut telah membentuk suatu budaya baru bagi masyarakat, khususnya kaum muda remaja menjadi manusia yang terjebak dalam arus budaya pop. Penghayatan Hidup dikalanagan Remaja yang Semakin Mendangkal Ilustrasi di awal tulisan ini hanyalah sekelumit deskrispsi yang membuktikan eksistensi kecenderungan dalam diri manusia modern. Masih banyak contoh-contoh lain sebagai hasil dari globalisasi. kaum muda remaja dewasa ini lebih suka membaca komik atau main game daripada harus membaca buku-buku bermutu. Bacaan dengan analisis mendalam dan novel-novel bermutu hanya menjadi bagian kecil dari skala prioritas mereka, bahan-bahan bacaan seperti itu hanya tersentuh jika terpaksa atau karena tuntutan akademis. Anda dapat mengelak bahwa gejala-gejala ini merupakan bentuk adaptif dari kemajuan zaman. Tapi, itu adalah rasionalisasi. Sebenarnya, kecenderungan manusia sekarang bukan hanya sekedar masalah mengikuti perkembangan zaman melainkan hal ini adalah masalah gengsi dan penghayatan hidup. Bukti yang paling mengena adalah televisi, berbagai acara televisi semakin hari semakin jauh dari idealisme jurnalistik, bahkan semakin melegalkan budaya kekerasan, instanisasi, dan bentuk-bentuk kriminalitas. Sebagian tayangan-tayangan tersebut hanya semakin mendangkalkan sifat afektif manusia. Tayangan mengenai bencana alam, kemiskinan, perang, kelaparan, penemuan teknologi, pembelajaran budaya, dan lain sebagainya telah membuat sisi afeksi manusia tidak peka terhadap hal tersebut. Tidak ada proses batin dan intelektual lebih lanjut. Penghayatan nilai-nilai luhur semakin tereduksi. Eksistensi kaum muda remaja hanya ditempatkan pada pengakuan-pengakuan sementara, misalnya seorang remaja dianggap eksistensinya ada jika remaja tersebut masuk menjadi anggota geng motor, menggunakan baju-baju bermerk, menggunakan blueberry, dugem, clubbing, melakukan freesex, ngedrugs, dan lain sebagainya. Eksistensi kaum muda remaja hanya dihargai sebatas kepemilikan dan status semata. Jika pendangkalan ini terus dipelihara dan dibudidayakan dikalangan remaja kita, makna dan penghargaan terhadap insan manusia semakin jauh. Hasilnya adalah menghilangnya penghargaan terhadap manusia lainnya, misalnya: perang, pemerkosaan, komersialisasi organ tubuh, trafficking, tawuran, dll. Contoh-contoh ini menjadi indikasi kehancuran sebuah kebudayaan yang dimulai dari pergeseran nilai-nilai budaya di kalangan kaum muda remaja kita. Dampak yang sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan! Solusi : Internalisasi Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa manusia sebagai homo significans, pada hakikatnya menjadikan manusia sebagai manusia pemberi makna. Jurus paling ampuh untuk mengatasi pendangkalan hidup post-modernisasi adalah pengendapan atau internalisasi. Internalisasi merupakan proses memaknai kembali makna-makna hidup. Makna hidup yang tadinya dihargai secara dangkal, kali ini digali dan diselami. Ada dua metode internalisasi yang ditawarkan, yaitu budaya refleksi dan keheningan. Keduanya saling komplementer dan tidak dapat dipisahkan jika hendak melawan arus budaya pop. Refleksi membutuhkan suasana hening. Keheningan jiwa dapat tercapai saat berefleksi. Secara etimologis, refleksi berasal dari verbum compositum bahasa Latin re-flectere, artinya antara lain, memutar balik, memalingkan, mengembalikan, memantulkan, dan memikirkan. Kiranya, dua arti terakhir yang cocok untuk mendefinisikan refleksi dalam kerangka permenungan ini. Refleksi adalah usaha untuk melihat kembali sesuatu secara mendalam dengan menggunakan pikiran dan afeksi hingga dapat menemukan nilai yang mulia yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bekal hidup. Euforia budaya pop di masa globalisasi menawarkan begitu banyak hal yang hanya berakhir menjadi kesan-kesan tanpa satupun yang dapat dialami. Dengan budaya refleksi, kesan-kesan tersebut dapat diendapkan. Secara satu persatu pengalaman negatif maupun positif dapat dianalisis, dipertimbangkan, disimpulkan, dan akhirnya diendapkan dalam nurani. Proses inilah yang membuat kaum muda remaja dapat menyadari baik dan buruknya suatu sikap. Dalam proses ini juga kaum muda remaja diajak untuk menindaklanjuti berbagai pengalaman yang didapat, sehingga muncul nilai-nilai dari setiap kejadian yang dialami, dan tentunya nilai tersebut dapat menjadi bekal hidup selanjutnya. Peran refleksi dalam kerangka ini juga sebagai nabi, untuk mengingatkan segala larangan ataupun perintah Tuhan yang diajarkan. Refleksi berperan menjadi fungsi kritis dalam diri kaum muda remaja. Saat ia mengalami pendangkalan nilai-nilai hidup dalam bentuk pragmatisme, konformitas buta dan sebagainya. Refleksi menunjukkan kesalahannya, dan mengarahkan kepada yang benar. Oleh karena itu kita sebagai kaum muda remaja harus mampu merubah diri kita menjadi manusia yang bermakna bagi orang lain melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Usaha ini hanya bisa tercapai melalui usaha pribadi bukan orang lain, ada pepatah mengatakan jangan mengubah orang lain sebelum bisa mengubah diri sendiri. Selamat berefleksi wahai para remaja ... ! sumber

Sabtu, 10 September 2011

acer 4530



Rp. 2.800.000
spesifikasi

* AMD Turion X2 Ultra dual-core mobile technology ZM-80/ZM-82/ZM-84/ZM-86 (2 MB L2 cache, 2.10/2.20/2.40 GHz, DDR2 800 MHz)
* NVIDIA nForce MCP77MH Media and Communication Processor (MCP)
* NVIDIA GeForce 9100M integrated 3D graphics with up to 752 MB of TurboCache
* RAM / Max RAM :2 GB of DDR2 667 MHz memory, upgradeable to
4 GB using two soDIMM modules (dual-channel support)

kondisi sangat istimewa..

Senin, 05 September 2011

Cara Menghilangkan Windows Genuine Advantage (WGA) di Windows 7


Anda Pernah Melihat peringatan "This Copy of Windows is not Genuine" di dekat system tray windows 7 anda?

Hal itu disebabkan karena kita tidak memakai sistem operasi windows 7 yang asli alias !!!!BAJAKAN!!!!!.(Termasuk saya, hiks :{ belum kuat buat beli yang asli)
Sebenarnya pesan Windows Genuine Advantage (WGA) tidak akan muncul jika kita tidak pernah/jarang terhubung ke internet.

Lain Masalahnya Jika kita Menggunakan Windows bajakan dan sering terhubung ke internet serta mengaktifkan fitur auto update pada Windows dan melakukan update lewat internet, Microsoft secara otomatis akan mengecek apakah Windows yang kita gunakan asli atau bajakan. Jika ternyata bajakan, maka kita akan diminta untuk melakukan validasi dengan cara membeli lisensinya. Selama belum divalidasi, di system tray pada komputer kita akan muncul peringatan Windows Genuine Advantage atau biasa disebut WGA Notification yang seperti gambar diatas.

Dimana hal itu akan mengakibatkan kita tidak bisa mengupdate windows kita lagi, Kita tidak dapat memasang Desktop Background (Setelah kita set, dalam beberapa menit akan hilang) kita tidak akan dapat mendownload software apapun dari Microsoft yang memerlukan lisensi yang valid, kita tidak dapat memasang beberapa software pihak ketiga secara lengkap, contohnya nokia PC suite. Jadi Ribet kan?

Tapi Tenang!!!

Berikut cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan Windows Genuine Advantage pada windows 7, (catatan: setelah trik ini dilakukan, masalah yang ditimbulkan dari Windows Genuine Advantage ini bisa teratasi kecuali fungsi untuk meng-update melalui Windows Update) :

Jika Pada Windows XP kita harus menghapus yang namanya wgatray.exe dan WgaLogon, nah pada Windows 7 tidak ada yang namanya wgatray.exe dan WgaLogon. Jadi cara untuk Cara Menghilangkan Windows Genuine Advantage (WGA) di Windows 7 adalah dengan memakai software yang telah diciptakan oleh hacker...hacker yang pinter ini

Namanya RemoveWGA...yang tentunya berfungsi untuk menghilangkan Windows Genuine Advantage (WGA)

Mau???
download aja disini

Selasa, 12 Juli 2011

info Blackberry hilang


barang siapa yg menemukan atau menjumpai blackberry curve 9300/gemini 3G warna grey dengan nomer PIN 22D9085C dimohon info ke saudara munir lewat sms ke nomer ini 082137506050 dikarenakan BB saya di curi orang,,terimakasih...

Senin, 13 Juni 2011

dijual cepat ACER 4741z-601G32Mn setara i3


Intel Core P6000 (1.86 GHz, 3MB L3 Cache, 1066MHz FSB)
Intel GMA HD Graphic
14.1" high-brightness (200-nit) Acer CineCrystal LCD, supporting HD 1366 x 768 pixel resolution
320GB SATA HDD
1GB DDR3 Memory (maximum 8GB)
Integrated 10/100/1000 mbps LAN, WiFi
Integrated Acer Crystal Eye 1.3MP Webcam
Integrated 8X DVD-Super Multi double-layer drive
Two built-in 3DSonic sound system speakers, Headphone/speaker/line-out port
6-cell Li-Ion Battery Pack
339 (W) x 243 (D) x 23/33 (H) mm, Weight 2.2kg
1 Year Limited Warranty by ACER INDONESIA
Acer Designed Bag

Barang terbatas……….!!!!!!!!!!!
Harga: Rp. 3 jutaan (nego)

Sabtu, 11 Juni 2011

Android generasi ke-3 (honeycomp)


Google I/O Conference (10-11 Mei) dibuka dengan keynote speech untuk menyampaikan sejumlah hal penting. Seperti yang sempat dibocorkan Adobe , Android Honeycomb kini resmi mendapatkan update menjadi versi 3.1.

Android 3.1 merupakan update pertama yang diberikan Google untuk Android tablet-friendly version, Honeycomb. Rilis versi 3.1 ini masih mengusung nama Honeycomb karena update yang diberikan pada versi 3.0 bersifat minor.

Meksipun minor update, namun v3.1 bukan saja membawa tweaks dan optimalisasi performa Honeycomb tapi juga terdapat beberapa fitur baru. Dengan v3.1 nantinya tablet Honeycomb bisa melakukan resize pada widgets yang ada di homescreens dan support USB host mode. USB host ini memungkinkan user untuk transfer image dengan mudah. Transfer tersebut dilakukan dari memory card atau digital camera ke tablet Honeycomb, atau berbagai USB gadgets lain. Pada keynote itu Google juga menunjukkan demo singkat memainkan games di sebuah tablet Android 3.1 Honeycomb menggunakan Xbox 360 controller.

Android 3.1 Honeycomb siap diberikan untuk Motorola XOOM dan tablet lain juga akan menerima update tersebut setelahnya. Sementara untuk Samsung Galaxy Tab 10.1 akan mendapatkannya sebelum tablet tersebut resmi rilis di pasaran.

Sabtu, 16 April 2011

Wasada Operasi Pemberantasan Software Bajakan




BANJARMASIN, KOMPAS.com - Upaya pemberantasan pembajakan software tidak hanya dilakukan di kota-kota besar yang padat penduduk di Jawa. Kepolisian juga melakukan operasi sampai ke pulau lain. Kabar terakhir, operasi pemberantasan pembajakan software sampai ke Banjarmasin.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin telah melakukan penegakan hukum terhadap perusahaan yang menggunakan software tanpa lisensi di Banjarmasin, Kamis (14/4/2011). Operasi tersebut dibantu Business Software Alliance (BSA) Indonesia berupa bantuan teknis dalam mengidentifikasi software tanpa lisensi yang digunakan beberapa perusahaan di Banjarmasin untuk tujuan komersial.

"Penegakan hukum ini merupakan wujud komitmen kami dalam memerangi pembajakan software di Banjarmasin," kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto, SIK, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com. "Sebanyak empat perusahaan dalam satu kelompok usaha yang berinisial PT. PBJ, PT. PIJ, PT. LIJ and PT. UNI diduga telah menggunakan software tanpa lisensi milik anggota BSA, seperti Adobe Acrobat Pro, Adobe Photoshop, Corel Draw, Microsoft Office dan Winzip," lanjutnya.

Dari keempat perusahaan ini diketahui bahwa software-software tersebut ter-install dan digunakan pada 41 komputer yang digunakan untuk kepentingan komersial. Kepolisian memberi kesempatan bagi perusahaan-perusahaan ini selama tiga hari untuk membuktikan bahwa mereka memiliki lisensi untuk menggunakan software tersebut. Ketiadaan bukti lisensi yang memadai merupakan indikasi kuat bahwa perusahaan tersebut telah melanggar Undang-Undang Hak Cipta Pasal 72 (3).

Meskipun kami memberi kesempatan kepada pemegang hak cipta untuk menggugat para pelaku pelanggaran hak cipta secara perdata, perlu diketahui bahwa penyelesaian secara perdata tersebut tidak mengurangi hak negara untuk melanjutkan penuntutan terhadap para pelaku pelanggaran hak cipta berdasarkan Pasal 66 Undang-Undang Hak Cipta.

Kepala perwakilan dan juru bicara BSA Indonesia, Donny A. Sheyoputra menambut baik komitmen Polresta Banjarmasin dalam memerangi pembajakan software. "Pembajakan software mengganggu bisnis, merugikan ekonomi lokal, merusak reputasi perusahaan dan memiliki konsekuensi hukum. Oleh karena itu, kami mendorong perusahaan untuk mengaudit software mereka dan melakukan legalisasi atas semua software tanpa lisensi yang mereka gunakan sebagai bentuk kepatuhan terhadap Undang-undang Hak Cipta," katanya.

Ia mengatakan, penegakan hukum yang diprakarsai Polresta Banjarmasin ini serupa dengan tindakan yang telah dilakukan lebih dahulu berbagai satuan polisi kewilayahan di kota Karawang, Subang, Bandung, Depok, dan Jakarta bulan lalu. Saat ini juga ada penuntutan pidana terhadap PPS di Jambi untuk kasus hard disk loading, dua penuntutan pidana terhadap G dan JK di Surabaya karena menggunakan software tanpa lisensi untuk kepentingan komersial, tiga penuntutan pidana terhadap pelaku penggandaan software ilegal di Tangerang.

Menurut Studi Pembajakan Software Global 2009, tingkat pembajakan software PC di Indonesia meningkat 1 poin menjadi 86 persen pada 2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang merupakan salah satu tingkat pembajakan tertinggi di dunia. IDC memperkirakan bahwa nilai software tanpa lisensi mencapai 886 juta dollar AS. IDC akan mengumumkan Studi Pembajakan Software Global 2010 bulan depan.